Tag Archives: Ki Hajar Dewantara

ki hajar dewantara

Biografi Ki Hajar Dewantara, Profil dan Foto

Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu pahlawan nasional. Ia menyandang gelar bapak pendidikan. Dalam biografi Ki Hajar Dewantara, ia memiliki nama lahir Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Namun di tahun 1922, ia biasa dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Terdapat beberapa sumber menuliskan panggilannya dengan nama Ki Hadjar Dewantoro. Ia adalah pendiri Taman Siswa yang merupakan suatu lembaga yang berkecimpung di bidang pendidikan.

Di Taman Siswa, laki-laki pribumi dari kalangan menengah dan jelata diberi kesempatan untuk memperoleh hak pendidikan setara kaum priyayi dan orang-orang kolonial Belanda. Tanggal lahir Ki Hajar Dewantara kini diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Biografi Ki Hajar Dewantara lekat dengan 3 semboyan tersohornya yakni :

  1. Ing Ngarso Sung Tulodho, artinya di depan sebagai contoh baik atau teladan.
  2. Ing Madya Mangun Karso artinya di tengah sebagai pembangun semangat.
  3. Tut Wuri Handayani artinya di belakang sebagai pemberi dukungan atau dorongan.

Semboyan tut wuri handayani telah dijadikan slogan bagi Pendidikan Indonesia. Atas jasanya, nama Ki Hajar Dewantara diabadikan sebagai nama jalan di beberapa kota di Indonesia dan nama kapal perang milik Indonesia. Gambar sosok Ki Hajar Dewantara diabadikan pula pada uang kertas Indonesia 20.000 tahun 1998.

Biografi Ki Hajar Dewantara – Masa Muda

Lahir di Pakualaman, 2 Mei 1889. Soewardi merupakan bagian dari garis keturunan Kadipaten Pakualaman. Soewardi merupakan putra GPH Soerjaningrat sekaligus cucunya Pakualam III. Soewardi menamatkan pendidikan dasarnya di ELS yang merupakan Sekolah Dasar masa kolonial Belanda. Pernah pula melanjutkan pendidikan ke STOVIA tetapi tidak bisa menamatkanny karena sakit.

Selanjutnya Soewardi menjadi wartawan dan penulis di beberapa media surat kabar, seperti Midden Java, Sediotomo, Poesara, De Expres, Kaoem Moeda, Oetoesan Hindia, dan Tjahaja Timoer. Di zamannya, Ki Hajar Dewantara (Soewardi) tergolong penulis andal. Berbagai tulisannya tergolong tajam, komunikatif dan diwarnai dengan gelora antikolonial.

Biografi Ki Hajar Dewantara di masa muda, banyak dihabiskan untuk berkontribusi sebagai politisi, aktivis kemerdekaan Indonesia, kolumnis, dan pelopor pendidikan putra Indonesia saat masih dikuasai kolonial Belanda. Ia wartawan yang ulet dan sejak berdirinya BO (Boedi Oetomo) tahun 1908, Soewardi aktif menjadi seksi propaganda yang bertugas menyosialisasikan serta menggugah kesadaran setiap lapisan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa kala itu.

Soewardi menyulut kesadaran tentang pentingnya persatuan dalam berbangsa. BO (Boedi Oetomo) mengadakan kongres pertama di Yogyakarta. Soewardi muda pernah pula menjadi anggota di organisasi Insulinde yang multietnik dan didominasi “kaum Indo” yang sedang memperjuangkan untuk mendidrikan pemerintahan sendiri di kawasan Hindia Belanda, yang dipelopori Ernest Douwes Dekker. Saat Douwes Dekker mendirikan IP (Indische Partij), Soewardi diajak pula olehnya.

Biografi Ki Hajar Dewantara – Taman Siswa

Tulisannya yang berjudul Als ik een Nederlander was (Seandainya Aku Seorang Belanda) menyulut kemarahan pihak pejabat Belanda karena dianggap kritikan yang pedas. Namun beberapa pejabat Belanda menduga bahwa tulisan tersebut yang dimuat dalam de Expres surat kabar milik Ernest Douwes Dekker, merupakan hasil tulisan yang “dikompori” oleh Douwes Dekker.

Akibat tulisan Soewardi yang berisi kritikan tersebut, pemerintah kolonial melalui Gubernur Idenburg memberikan hukuman pengasingan ke Bangka. Cipto Mangoenkoesoemo dan Douwes Dekker merasa teman seperjuangan mereka diperlakukan tak adil, kemudian menerbitkan tulisan yang berisi pembelaan terhadap Soewardi.

Mengetahui itu, Belanda memutuskan memberikan hukuman pengasingan pula bagi keduanya. Cipto Mangoenkoesoemo diasingkam ke pulau Banda dan Douwes Dekker diasingkan ke Kupang. Namun mereka bertiga menghendaki dibuang ke Belanda karena mereka berencana mempelajari berbagai hal di Belanda. Agustus 1913 hukuman dibuang ke negeri Belanda dilaksanakan.

Dan itu menjadi kesempatan untuk mendalami perihal pendidikan. Di Belanda, Soewardi memperoleh Europeesche Akte dan tahun 1918, ia kembali ke nusantara. Soewardi dalam dunia pendidikan terpikat dengan ide-ide tokoh Barat, seperti Montessori dan Froebel. Selain itu, terpengaruh pula dengan tokoh-tokoh pergerakan pendidikan di India. Pengaruh tersebut mendasari Soewardi untuk mengembangkan sistem pendidikan.

Tahun 1919, biografi Ki Hajar Dewantara tentang keseriusannya bergelut di dunia pendidikan dimulai. Ia bergabung dengan sekolah binaan milik saudaranya. Dengan pengalamannya mengajar, kemudian ia gunakan dalam mengembangkan konsep pengajaran di sekolah yang didirikannya 3 Juli 1922 yakni Perguruan Nasional Taman Siswa atau National Onderwijs Institut.

Saat genap usia 40 tahun (penanggalan Jawa), Raden Mas Soewardi Soerjaningrat mengganti namanya yakni Ki Hadjar Dewantara. Soewardi tak lagi memakai gelar kebangsawanannya agar ia lebih nyaman untuk dekat dengan semua kalangan rakyat

Biografi Ki Hajar Dewantara – Pengabdian Pasca Kemerdekaan RI

Di dalam kabinet ke-1 Republik Indonesia, Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pengajaran atau Menteri PPK (Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan). Tahun 1957, Universitas Gadjah Mada memberikan gelar doktor kehormatan (honoris causa, Dr.H.C.) kepada Ki Hadjar Dewantara.

Biografi Ki Hajar Dewantara berakhir diusia 69 tahun. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada 26 April 1959 di Yogyakarta, lalu dimakamkan di TWB (Taman Wijaya Brata). Atas jasa-jasanya merintis pendidikan, ia dianggap sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.

Tujuh bulan setelah wafatnya, Ki Hajar Dewantara dinobatkan sebagai pahlawan nasional ke-2 oleh Presiden RI pertama yakni Sukarno. Berdasarkan Surat Keppres (Keputusan Presiden) Republik Indonesia tahun 1959 No. 305. hari kelahiran diperingati menjadi Hari Pendidikan Nasional.